Sungai Rano Raindang

Sungai Rano Raindang terletak di bagian utara dari Desa Leilem Raya, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara. Sungai ini memiliki arah aliran yang cenderung selatan-utara menuju ke Laut Sulawesi. Berdasarkan arah aliran tersebut, diperkirakan sumber air utama pengisi sungai ini berasal dari danau Linow.

Banyak mataair panas yang keluar di aliran, bantaran sungai, dan anak sungai Rano Raindang. Suhu di mulut mataair panas mendekati titik didih 90oC dan pH air sekitar 1-3. Penduduk Desa Leilem Raya memanfaatkan air panas tersebut untuk mandi dengan mencampurnya dengan air sungai yang lebih dingin dan ber pH relatif netral, yang dialirkan melalui buluh-buluh bambu. 


 

The View of Rano Raindang River

Pemandian air panas tradisional penduduk Desa Leilem Raya di pinggir sungai Rano Raindang (kiri), Pemandangan Sungai Rano Raindang (tengah), Manifestasi panas bumi di bagian timur Sungai Rano Raindang (kanan)


Sejauh ini, belum ada fasilitas pendukung untuk kegiatan kepariwisataan seperti pagar pembatas, infrastruktur pemandian air panas yang telah memperhatikan faktor kesehatan dan keselamatan , kafe ataupun kedai makanan, bahkan akses jalan yang baik. Akan tetapi, Tim KKN PPM UGM SLU-02 TA 2014 telah merancang dan memasang papan informasi mengenai kondisi Sungai Rano Raindang serta kondisi manifestasi panas bumi yang ada diekitar sungai ini, sehingga selain hanya dapat berfoto disekitar lokasi Sungai Rano Raindang, pengunjung juga dapat belajar mengenai panas bumi. Pengunjung dengan kulit sensitif disarankan untuk tidak bermain-main dengan air panas yang bersifat asam.

Selain sungai Rano Raindang, masih banyak sungai-sungai lain yang merupakan bagian dari daerah aliran sungai (DAS) Kabupaten Minahasa . Diantaranya adalah Sungai Aer Perang, Aer Tembaga, Girian, Sondaken, Tasik Oki, Kema atau Sawangan, Lilang, Makalisung, Tinggian, Wulo, Tulaun, Kawis, Ranowangko, Kamenti, Pakaretan, Pinanungean, Atep, Parentek, Tarandi, Karor, Makali, Molompar, Basan, Totok/Ratatotok dan Buyat yang mengalir ke arah timur.

Lalu sungai Madidi, Batu, Tiwoho, Marowuwung, Kokole, Likupang, Maen, Pangisang, Marinsou, Kalinanon, Sapiran, Araran, Walang itang, Tawua dan Batuh Putih yang mengalir kearah utara. Dan Sungai Toudano/Temberan, Mapanget, Paniki, Kima, Talawaan, Tinanuman dan Wale-ne Rumbia, Tikala, Sariwo, Sendangan, Saluesem/Salusem, Sapa, Malalayang, Rano-Repet, Tateli, Mokupa, Tambala, Paniki dan Ranowangko, Mangetasi, Rona, Poopo, Kumu, Kilat, Popareng, Kekelor dan Sapalalum, Nimanga, Rano-Tuana/Tumpaan,Pentu,Rano Mea dan Ranowangko, Ranoiapo,Liwason,Moinit, Tongop,Lolowing,Molinou,Sidate,Ongkau dan Poiga yang mengalir ke arah barat.