Bukit Lengkoan

Salah satu bukit yang terletak di daerah administrasi desa Leilem Raya, kabupaten Minahasa. Merupakan tempat yang sangat cocok bagi wisatawan yang tidak biasa mendaki gunung namun ingin menikmati keindahan pegunungan yang terdapat di daerah Provinsi Sulawesi Utara. Bukit ini terletak pada koordinat UTM 51N 701960 ; 137394 dengan ketinggian +1111 meter dari permukaan laut.

Pemandangan alam yang dapat diamati dari puncak bukit Lengkoan, dipercantik dengan banyaknya semburan uap yang dapat diamati. Semburan uap ini menandakan kehadiran potensi panas bumi di Lapangan Panas Bumi Lahendong. Semburan uap ini dapat berasal dari aktifitas alam, maupun dari proses pengembangan potensi panas bumi sebagai energi listrik oleh PT. Pertamina Geothermal Energy Lahendong.

Untuk mencapai puncak Bukit Lengkoan, dapat kita tempuh dengan berjalan kaki sekitar + 30 menit perjalanan, maupun menggunakan sepeda motor sekitar + 15 menit perjalanan dari Desa Leilem Raya. Sejauh ini, belum ada fasilitas pendukung seperti gardu pandang ataupun pagar pembatas di puncak Bukit Lengkoan, sehingga pengunjung harus berhati-hati dalam menikmati pemandangan alam dari puncak ini.


lengkoanPemandangan Gunung Lokon (Kiri), Pemandangan Gunung Lokon, Mahawu, dan semburan uap panas bumi (tengah), Pemandangan Gunung Mahawu (Kanan)


Bukit Lengkoan dikelilingi oleh beberapa gunung-gunung yang ada di Sulawesi Utara, yakni Gunung Lokon dan Mahawu. Selain itu, Laut Sulawesi juga terlihat dari puncak bukit ini.

Gunung Lokon sendiri adalah gunung berapi yang masih aktif di Sulawesi Utara. Gunung ini terletak di sebelah barat laut kota Tomohon dan memiliki ketinggian + 1.580 meter dari permukaan laut. Nama “Lokon” memiliki arti yang tertua dan terbesar. Pengertian lain adalah orang tertua dan berbadan besar yang dalam bahasa daerah setempat disebut Tua Lokon atau Tou Tua Lokon, artinya orang yang sudah tua. Sedangkan Gunung Mahawu adalah gunung api yang terletak di timur Gunung Lokon. Seperti halnya Gunung Lokon, Gunung Mahawu pun masih aktif sampai sekarang. Gunung ini disebut “Mahawu” oleh orang Minahasa karena sering mengeluarkan abu. Selain Mahawu, kadang Gunung ini disebut juga sebagai Gunung  Roemengas.

Selain bukit lengkoan, Gunung Lokon dan Mahawu, masih banyak bukit-bukit maupun gunung-gunung yang dapat kita jelajahi di Sulawesi Utara, yaitu Gunung Kelabat, Soputan, Dua Sudara, Tampusu, Tolangko, Kaweng, Simbel, Lengkoan, Masarang, dan Kawatak.

Secara geologi, Bukit Lengkoan terdiri atas litologi Lava andesitic dan Riolitik, dengan perselingan Tuff dan breksi  (revisi dari Robert, 1987, dan Siahaan, 2003; dalam Utami et al, 2004 )