Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong

Deskripsi

Lapangan Panas Bumi Lahendong merupakan lapangan panas bumi yang pertama dikembangkan di bagian timur Indonesia. Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong (TPPBL) yang pendiriannya diinsiasi melalui KKN PPM UGM antar semester TA 2015/2016 merupakan taman pendidikan panas bumi yang pertama di Indonesia. Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong diharapkan agar terbangun dengan lengkap dan akan dapat menjadi sarana pendidikan dan pariwisata kepanasbumian di Indonesia. KKN PPM UGM menjadi katalis bagi pengembangan Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong dan mendorong kemandirian masyarakat setempat dalam memanfaatkannya sebagai salah satu sumber aktivitas ekonomi berbasis pariwisata.

Road Map Jangka Panjang Taman Pendidikan Panas Bumi LahendongRoad Map Jangka Panjang Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong

Sejarah inisiasi Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong telah dimulai pada tahun 2011 ketika gagasan agar Indonesia memiliki taman pendidikan panas bumi dipublikasikan oleh UGM (Utami et al., 2011a) pada World Renewable Energy Congress di Bali. Selanjutnya, UGM bersama dengan PT Pertamina Geothermal Energy, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Utami et al., 2011b) mempublikasikan gagasan pendirian Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong pada New Zealand Geothermal Workshop di Auckland. Hingga pada akhirnya pada tahun 2015 Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong diinisiasi melalui program KKN PPM UGM dan diluncurkan bersama oleh seluruh pemangku kepentingan pada acara The First Indonesian Geothermal Festival (6 -7 Agustus 2015). Proses inisiasi ini juga telah dipublikasikan oleh UGM (Utami, 2015) pada New Zealand Geothermal Workshop di Taupo.


Konsep 

Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong akan menjadi sarana bagi masyarakat untuk menumbuhkan budaya belajar, terutama tentang panas bumi, sambil berwisata. Dengan memahami aspek alamiah, keunggulan, dan cara-cara pemanfaatan sumber daya panas bumi maka:

  • Timbul rasa cinta masyarakat terhadap jenis energi yang terdapat secara melimpah di Indonesia.
  • Dukungan masyarakat bagi pengembangan potensi panas bumi dan pelestarian lingkungan semakin kuat.
  • Tumbuh minat bagi generasi muda di Sulawesi Utara untuk menjadi peneliti dan tenaga profesional di bidang panas bumi.

Keberhasilan pengembangan taman beserta perawatannya memerlukan sinergi yang berkelanjutan di antara para pemangku kepentingan (pemerintah, industri, kalangan akademik, dan masyarakat).


Peta TerkiniPeta Kondisi Terkini Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong (TPPBL)


Elemen-elemen Dasar

Pada lapangan panas bumi yang telah berkembang seperti Lahendong, Taman Pendidikan Panas Bumi akan mencakup area yang luas dan menyeluruh mengenai panas bumi, mulai dari daerah manifestasi panas bumi hingga wilayah produksi dan pemanfaatan panas bumi. Untuk dapat melingkupi aspek-aspek panas bumi secara menyeluruh, dibutuhkan elemen-elemen dasar sebagai berikut:

  1. Titik awal dengan peta papan. Harus terdapat penjelasan singkat mengenai kehadiran aktivitas panas bumi alami di daerah dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.
  2. Pusat informasi pengunjung yang meliputi museum atau galeri panas bumi yang memberikan perhatian siangkat namun luas di sekitar daerah panas bumi. Pusat informasi tersebut didirikan di pintu masuk taman. Koleksi seperti contoh geologi dari lapangan, miniatur fasilitas lapangan uap dan stasiun pembangkit, foto-foto, sketsa-sketsa, dan/atau video untuk menjelaskan sejarah pengembangan sumberdaya dapat dipamerkan di sini. Prosedur kesehatan dan keselamatan untuk berkunjung ke daerah panas bumi dapat pula ditunjukkan di sini.
  3. Jalur aman dan jelas di lapangan yang memperkenankan pengunjung untuk mengikuti alur penjelasan dari “upstream” (ilmu panas bumi) ke “downstream” (teknologi ekstraksi dan penggunaan energi panas bumi).
  4. Titik-titik pemberhentian di lokasi panas bumi yang menarik dengan papan yang menunjukkan diagram edukasi baik secara ilmiah maupun legenda.
  5. Tanda peringatan pengunjung tentang bahaya panas bumi dengan instruksi yang jelas, agar pengunjung menghindari resiko kecelakaan.
  6. Titik-titik pemberhentian di dekat fasilitas produksi fluida dengan papan yang menunjukkan penjelasan sederhana (komponen, fungsi, kondisi operasi, dll). Titik-titik pemberhentian tersebut harus di lokasi dengan jarak yang aman dari fasilitas sehingga tidak menghalangi operasi lapangan.
  7. Gardu pandang, yang diletakkan di tempat yang strategis sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan yang indah dan beristirahat sejenak.
  8. Titik-titik kumpul bagi pengunjung agar dapat berkumpul dengan selamat bila terjadi bencana geologi atau bencana lain.
  9. Fasilitas umum lain yang diperlukan.

Elemen Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong - Papan InformasiElemen Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong Berupa Papan Informasi di Pinus Lahendong (kiri) dan PLTP Lahendong (kanan)


Manfaat 

Keberadaan Taman Pendidikan Panas Bumi di Lahendong akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat sekitar serta komunitas panas bumi secara umum. Adapun dampak-dampak positif tersebut, antara lain:

  • Meningkatnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kekayaan potensi panasbumi Indonesia, khususnya di provinsi Sulawesi Utara.
  • Menguatnya dukungan masyarakat, terhadap pengembangan potensi energi dan pariwisata panasbumi yang berkelanjutan, berwawasan kelestarian lingkungan, keselamatan dan kesehatan.
  • Meningkatnya kesadaran untuk mendukung konservasi lingkungan (hutan, siklus air, kestabilan tanah/lereng) yang menjamin kelestarian lingkungan.
  • Meningkatnya jumlah generasi muda yang terinspirasi untuk belajar dan berkarir di bidang panas bumi.
  • Timbulnya kesempatan bagi masyarakat lokal untuk memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari lingkungan yang lestari, termasuk aktivitas ekonomi berbasis agroindustri panas bumi dan pariwisata panas bumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *