Festival Panas Bumi Dihelat Bersama TIFF

TOMOHON –  Festival Panas Bumi ke II akan menjadi mata rangkaian penyelenggaran TomohonInternational Flower Festival (TIFF) 2016.


Jimmy Eman Walikota Tomohon menyampaikan, rencana pelaksanaan Festival Panas Bumi dirangkaikan dengan TIFFsudah sejak tahun lalu dihelat.

“Festival panas Bumi ini merupakan yang pertama di Indonesia, tahun ini akan dirangkaikan kembali dengan TIFF sebagai side event,” kata dia saat menghadiri acara Workshop Panas Bumi di Aula Kantor Kecamatan Tomohon Selatan, Selasa (21/6).

Selain bunga, Tomohon memang punya potensi energi panas bumi atau geotermal. Cadangan geotermal Tomohon mencapai 150 megawatt (MW) dengan kapasitas terpasang 80 MW

Tak sekadar untuk sumber energi listrik menurut Eman potensipanas bumi bisa dikembangkan lebih jauh untuk tujuan wisata dan pendidikan.

Pemerintah Kota Tomohon Bersama Universitas Gajah Mada pada tahap awal sudah mendirikan Taman Pendidikan Panas Bumi

“Banyak objek-objek menarik di lapangan panas bumi Lahendong dan sekitarnya dengan banyak manifestasi panas bumi, yang antara lain berupa kolam-kolam lumpur panas, gunung lumpur dan batuan teralterasi serta penjelasan-penjelasan sebagai wadah pendidikan kepada masyarakat untuk mencintai alam, lingkungan dan potensi yang ada di sekitar kita,” urai Eman.

Tomohon dengan panas buminya punya keunikan

“Karena kami tinggal dan duduk di atas Gunung Api yang juga berkorelasi dengan adanya potensi sumber daya
alam yakni potensi panas bumi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat,” kata dia.

Dari situ maka perlu diatur dan di kelola dengan baik untuk peningkatan ketahanan energi nasional sekaligus sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

Chain Center Fakultas Teknik UGM Agus Prasetya dalam workshop memaparkan Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Pariwisata Panas Bumi.

Ada pemahaman 4 K yang disampaikan, yakni Komunitas, Konteks dan Konten, Kesejahteraan dan Kemandirian dan Keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi kreatif pariwisatapanas bumi.

Sekilas kondisi umum potensi panas bumi yang sangat besar mencapai 29 Gigawawatt tersebar di 324 titik di Indonesia.

Kapasitas pembangkit listriknya baru sebesar 1,438.5 MW atau baru 5 persen dimanfaatkan. Sementara Pertumbujhan konsumsi energi cukup tinggi mencapai 8,4 persen per tahun, t

Dengan pemanfaatan energi panas bumi di dunia, dijelaskannya Indonesia menduduki peringkat ke 3 sesudah
Amerika Serikat dan Filipina.

Amerika Serikat dengan kapasitas 30,000 MW dengan kapasitas terpasang 3,442 MW.

Kedua Filipina dengan 4,000 MW dengan kapasitas terpasang 1,848 dan Ketiga Indonesia dengan potensi
29,452 MW dengan kapasitas terpasang 1,438,5 MW.

Terbitnya UU 21/2014 tentang panas bumi diharapkan mempercepat penambahan kapasitas pembangkit.

sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *