Penelitian Panas Bumi di Sulawesi Utara

Lahendong yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia, 30 km sebelah selatan Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara, merupakan sistem panas bumi dominasi air (Gambar 1) dan merupakan lapangan panas bumi pertama di kawasan Indonesia Timur yang memproduksi listrik. Dua lokasi potensi panas bumi lainnya di Sulawesi Utara, yaitu Tompaso (Ganda dan Sunaryo, 1982; Prijanto et al., 1984) dan Kotamobagu (Andan, 1982); keduanya ditunjukkan pada Gambar 1. Terjadinya aktivitas termal di Sulawesi Utara (terutama di sebelah barat daya Danau Tondano) tercatat oleh A.R. Wallace, seorang naturalis Inggris yang mengunjungi Sulawesi pada tahun 1859 (Wallace, 1890 dengan pengenalan oleh Whitten, 2008).

Sistem panas bumi di Sulawesi Utara terletak pada daerah yang memiliki tatanan tektonik yang kompleks. Lahendong merupakan satu-satunya sistem panas bumi yang telah berproduksi di dunia yang terletak pada kolisi antar busur, tempat Busur Halmahera menunjam di bawah Busur Sangihe (Hall, 2000; Gambar 2). Sistem panas bumi di Sulawesi Utara merupakan bagian dari busur vulkanik Sangihe. Beberapa gunung api Kuarter bagian busur vulkanik Sangihe ditunjukkan pada Gambar 1.


Web - Penelitian 1Gambar 1. Lokasi sistem panas bumi Lahendong (1) dan Tompaso (2) serta Kotamobagu (3) dengan gunung api Kuarter di Sulawesi Utara (disusun dari Ganda dan Sunaryo, 1982; Prijanto et al., 1984; Andan, 1982; Morrice et al., 1983). Inset: Peta Indeks yang menunjukkan posisi Sulawesi Utara dalam Kepulauan Indonesia.


Penelitian Panas BumiGambar 2. Komponen tektonik utama lengan utara Sulawesi dan sekitarnya. Garis dengan gerigi besar merupakan zona subduksi dan garis bergerigi kecil merupakan sesar naik (Macpherson et al., 2003). Gunung api Kuarter (simbol segitiga) sepanjang busur Sangihe diambil dari Morrice et al. ( 1983). Inset: Penampang Barat – Timur Laut Maluku yang menunjukkan Busur Sangihe menimpa Busur Halmahera (Hall, 2000).


Lapangan Panas Bumi Lahendong terletak sekitar 10 km sebelah barat Danau Tondano, sebuah danau yang menempati salah satu kaldera Kuarter besar di dunia yang disebut kaldera Tondano (20×10 km2) oleh Newhall dan Dzurisin (1998). Gunung Api Lokon dan Soputan yang masih aktif masing-masing berada 9 km sebelah barat laut dan 20 km sebelah barat daya dari sistem panas bumi ini. Sistem panas bumi ini tersusun oleh batuan andesit dan ryolitik pada medan terjal, dan keberadaannya ditandai oleh kemunculan manifestasi panas bumi aktif di Desa Lahendong dan sekitarnya pada elevasi sekitar 750 m di atas permukaan laut.

Lahendong pertama kali diteliti sebagai prospek panas bumi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) setelah Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyadari peningkatan permintaan listrik di Sulawesi Utara (yang dulu juga dikenal sebagai Minahasa) dan sulitnya mengembangkan sumber daya energi lokal lainnya. Dari 1976 – 1978, PVMBG bekerja sama dengan Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA) melakukan serangkaian survei geologi, geokimia dan geofisika. Penelitian tersebut dilanjutkan dengan pengeboran tiga sumur slim holes (7,3 cm) dengan kedalaman sekitar 350 m di sisi barat Danau Linow pada tahun 1981-1982 (Prijanto et al., 1984; Suari et al., 1986). Pada tahun 1980, Pertamina ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Lapangan Panas Bumi Lahendong, dengan target produksi listrik sebesar 55 MWe. Proyek pembangunan dimulai dengan eksplorasi geosains yang mendetail (Suari et al., 1987). Produksi listrik pada lapangan ini mulai beroperasi pada bulan Agustus 2001.

Hingga 28 Juli 2016, Lapangan Panas Bumi Lahendong terdiri atas 10 Klaster dengan total 36 sumur telah dibor sampai kedalaman berkisar 1.500-2.500m sedangkan Lapangan Panas Bumi Tompaso (proyek Lahendong unit 5 dan 6) terdiri atas 5 klaster dengan total 14 sumur panas bumi. Pasokan listrik oleh PGE dihasilkan oleh pengembangan dan pengoperasian Unit 1, 2, 3, dan 4 dengan kapasitas masing-masing unit sebesar 20 MW. Unit 1, 2, 3, dan 4 tersebut menghasilkan uap yang lalu disalurkan kepada PT. PLN untuk diubah menjadi energi listrik melalui PLTP milik PT. PLN. Pemanfaatan langsung fluida panas bumi dari lapangan ini digunakan dalam proses pengeringan gula aren (proyek bersama antara PGE dan Badan Energi Atom Indonesia/BATAN) yang telah dilakukan sejak tahun 2008.

Selain manfaatnya untuk pembangkit listrik, sistem panas bumi juga berperan sebagai laboratorium alam untuk mempelajari panas bumi baik dalam bidang ilmu kebumian, keteknikan/rekayasa pemanfaatan, maupun dari keanekaragaman hayati yang dimiliki. Beberapa penelitian ilmu kebumian dan teknik panas bumi di Sulawesi Utara telah dilakukan melalui program UGM-NZAID Community Resilience and Economic Development (CaRED). Beberapa penelitian yang telah dipublikasikan ke dalam beberapa jurnal, baik nasional maupun internasional, dapat dilihat pada daftar di bawah ini:

Tautan Paper

  1. Hydrothermal Alteration and Evolution of the Lahendong Geothermal System, North Sulawesi
  2. Initiating The Development Of The Lahendong Geothermal Education Park, North Sulawesi, Through Student Community Empowerment Program
  3. Lahendong Geothermal Education Park: a Proposed Geothermal Public Education Facility in the Eastern Part of Indonesia
  4. The Problem and Challenges to Development Lahendong Geothermal Education Park
  5. Distribution of Sr and Ca Isotopes in Fluids of Lahendong Geothermal Field
  6. Development Plan Of The Lahendong Geothermal Education Park, North Sulawesi
  7. Lahendong And Some Other Geothermal Systems In The Western Pacific Belt: Comparison On Their Geologic Settings, Hydrology And Hydrothermal Alteration
  8. Mass Transfer During Hydrothermal Alteration at the Lahendong Geothermal System, North Sulawesi
  9. Overview of the Lahendong Geothermal Field, North Sulawesi, Indonesia: a Progress Report
    Interpretation of Well Logging Data on Lahendong Geothermal Field, Indonesia
  10. Tectonism and Volcanism Study in the Minahasa Compartment of the North Arm of Sulawesi Related to Lahendong Geothermal Field, Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *