Lapangan Panas Bumi Lahendong-Tompaso

Lapangan Panas Bumi Lahendong-Tompaso terletak di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon. Berdasarkan SK Menteri Pertambangan dan Energi No. 560 K/30/M.PE/1987 tanggal 20 Juli 1987, Lapangan Panas Bumi Lahendong bersama dengan Lapangan Panas Bumi Tompaso merupakan bagian dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Panas Bumi Lahendong – Tompaso.

Litologi daerah Lahendong tersusun oleh batuan basalt tholeiitic berumur Tersier hasil dari runtuhnya kaldera Tondano dan batuan vulkanik seperti ignimbrite, tuf, obsidian, dan piroklastik berumur Kuarter hasil erupsi gunung api yang masih aktif hingga kini, yaitu Soputan, Mahawu dan Lokon. Struktur geologi yang berkembang di Lahendong terdiri dari cincin kaldera Tondano dan sesar normal berarah timur laut – barat daya.

Manifestasi panas bumi yang muncul di Lapangan Panas Bumi Lahendong berupa tanah beruap, mata air panas, fumarol, sulfatara, dan batuan teralterasi. Hasil analisis kimia air panas menunjukkan fluida di daerah Lahendong bertipe air klorida. Sumber panas diperkirakan berasal dari magmatisme silisik pada kedalaman yang dangkal.


Lapangan Panas Bumi Lahendong-Tompaso 2Manifestasi Panas Bumi Berupa Kolam?kolam Lumpur Panas, Gunung Lumpur dan Batuan Teralterasi di Lapangan Panas Bumi Lahendong-Tompaso


Produksi uap panas bumi di Lahendong dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), sedangkan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong dikelola oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Produksi listrik dari Lapangan Panas Bumi Lahendong telah berlangsung sejak tahun 2001. Hingga 28 Juli 2016, Lapangan Panas Bumi Lahendong teridiri atas 10 klaster dengan total 36 sumur panas bumi dan telah menghasilkan tenaga listrik sebesar 80MW yang telah memasok 40% kebutuhan energi di Sulawesi Utara.


Lapangan Panas Bumi Lahendong-Tompaso 1Separator (kiri) dan Menara Pendingin (kanan) di Lapangan Panas Bumi Lahendong-Tompaso


Sumber: Ditjen EBTKE Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, 2012, Profil Potensi Panas Bumi Indonesia