Pemanfaatan Panas Bumi untuk Industri


Manfaat Panas Bumi dalam Aplikasi industri Kecil-Menengah

Industri kecil pengeringan ikan

Gambar 1. Pemanfaatan fluida panas bumi untuk pengeringan ikan (Dari Ragnarsson, 2006)

Pada industri kecil atau menengah, fluida panas bumi dari berbagai rentang suhu, baik uap atau air, dapat digunakan untuk berbagai macam kebutuhan industri sebagaimana ditunjukkan oleh diagram Lindal. Berbagai macam pemanfaatan untuk aplikasi industri di antaranya termasuk proses pemanasan, penguapan, pengeringan, destilasi, sterilisasi, pencucian, pencairan es, dan ekstraksi garam. Contoh-contoh lain adalah pembotolan air dan minuman karbonat, produksi kertas dan komponen kendaraan, pengambilan minyak, pasteurisasi susu, industri kulit, ekstraksi bahan kimia, dan produksi asam borate dan boric. Gambar 1 memperlihatkan salah satu pemanfaatan fluida panas bumi untuk pengeringan ikan.

 

 

 

 

 


Inustri Gula Masarang

Gambar 2. Pabrik Gula “Masarang”. Sumber gambar: http://pge.pertamina.com/

Di Indonesia sendiri, tepatnya di wilayah Lahendong, pemanfaatan energi panas bumi secara langsung untuk industri sudah dilakukan dalam proses pengolahan gula aren di Pabrik Gula Masarang (Gambar 2) yang dimulai sejak tahun 2004. Hal ini terwujud atas kerjasama antara PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dengan Yayasan Masarang, yang merupakan program pemberdayaan masyarakat, dengan memanfaatkan brine dari separator. Kegiatan ini sangat membantu peningkatan pendapatan sekitar 6.285 petani aren di wilayah tersebut. Selain itu, pemanfaatan energi panas bumi ini juga ikut membantu mencegah terjadinya kerusakan alam akibat pengambilan kayu di hutan secara liar karena selama ini para petani menggunakan kayu bakar untuk mengolah gula aren.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *