Mengenal Energi Panas Bumi


Energi Panas Bumi

Geothermal atau energi panas bumi merupakan energi panas yang berasal dari dalam bumi. Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2014 tentang Panas Bumi, Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, serta batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi.


Keunggulan

Energi panas bumi memiliki banyak keunggulan, antara lain:

  1. Ramah lingkungan karena polutan yang dihasilkan sangat lebih kecil dibandingkan dengan pembangkit listrik energi fosil dan tidak menghasilkan limbah karena fluida yang dimanfaatkan diinjeksikan kembali ke dalam reservoar.
  2. Terbarukan karena fluida yang dimanfaatkan diinjeksikan kembali ke dalam reservoar, selain itu fluida juga mengalami siklus alamiah dengan penambahan dari air meteorik.
  3. Berkelanjutan karena sumber panas bumi berumur panjang (ratusan ribu tahun) dan dapat menjamin pasokan energi panas alamiah yang tidak akan habis dalam sejarah manusia jika dikelola dengan benar.
  4. Bersifat lokal dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Artinya energi ini dapat digunakan secara langsung di tempat dan hanya dapat dipindahkan ke tempat lain dalam bentuk energi listrik sehingga mampu berkontribusi dalam menunjang kemakmuran daerah.
  5. Pasokannya stabil karena tidak tergantung musim atau keadaan pasar dunia
  6. Teknologi produksi dan pemanfaatan relatif sederhana dan aman
  7. Total luas lahan untuk produksi dan pemanfaatan relatif kecil

Potensi di Indonesia

Indonesia dan negara-negara yang berada di Sabuk Api Pasifik memiliki sumber daya panas bumi bertemperatur tinggi yang dicirikan oleh manifestasi panas bumi berupa mata air panas, fumarol, dan tanah beruap. Potensi panas bumi dapat diketahui dengan menerapkan ilmu-ilmu kebumian secara terpadu.

Indonesia memiliki kekayaan cadangan energi panas bumi yang melimpah. Potensi panas bumi diperkirakan tersebar pada 250 lokasi dengan jumlah total potensi sekitar 29.000 MW. Dengan sifatnya yang terbarukan, berkelanjutan, dan lokal, energi panas bumi merupakan energi yang handal, karena pasokannya tidak tergantung pada musim dan kondisi pasar energi di luar negeri.


Sistem

Sistem energi panas bumi

Sistem energi panas bumi

 

Sistem panas bumi bertemperatur tinggi di daerah vulkanik bermedan terjal seperti yang umum terdapat di Indonesia. Tampak struktur panas, jenis-jenis fluida, serta penyebaran aneka manifestasi panas bumi (Utami, 2010)

 

 

 

 


Manifestasi

Manifestasi panas bumi sebagai penanda adanya prospek panas bumi di kedalaman terbentuk ketika fluida panas bumi memperoleh jalan untuk mencapai permukaan. Jenis-jenis manifestasi panas bumi antara lain:

  1. Fumarol: keluaran uap air dan gas dari reservoar melalui suatu lubang yang menimbulkan suara yang dapat terdengar.
  2. Geyser: mata air panas yang secara berkala menyemburkan uap air dan gas, dan sedikit material padat yang biasanya mengikuti siklus tertentu.
  3. Mata air panas alkali khlorida: mata air panas yang mengeluarkan air berkomposisi alkali khlorida, umumnya bersifat netral atau mendekati netral. Beberapa mata air panas alkali khlorida mengendapkan mineral silika (disebut sinter silika) di permukaan.
  4. Mata air panas asam: mata air panas yang mengeluarkan kondensat asam sulfat yang terbentuk di dekat permukaan.
  5. Mata air panas bikarbonat: keluaran fluida berkomposisi asam bikarbonat, biasanya di sekitar batas tepi lapangan.
  6. Mata air hangat: keluaran fluida hidrotermal yang hangat (tidak mendidih); suhu yang relatif rendah kemungkinan disebabkan karena fluida hidrotermal telah menempuh perjalanan lateral yang jauh dan bercampur dengan air dangkal.
  7. Kolam lumpur: kubangan lumpur panas yang terbentuk karena pelarutan batuan oleh kondensat fluida hidrotermal yang panas dan bersifat asam.
  8. Tanah hangat/tanah beruap: fenomena transfer panas secara konduksi menuju permukaan menyebabkan tanah di beberapa bagian daerah panas bumi menjadi lebih hangat. Apabila terdapat pemunculan uap panas bumi melalui pori-pori di permukaan tanah maka disebut sebagai tanah beruap.
  9. Tanah atau batuan teralterasi: tanah atau batuan di permukaan yang telah mengalami proses ubahan oleh fluida panas bumi sehingga berubah warna, komposisi mineral dan sifat fisik.
  10. Erupsi hidrotermal: erupsi yang melontarkan material padat di mana energi yang dilepaskan berasal dari kehilangan panas dan perubahan fase fluida hidrotermal.