Keanekaragaman Hayati

  • Dua ekor Burung gereja eurasia (Passer montanus)

Ekosistem di area manifestasi panas bumi sangat menarik untuk dipelajari. Area ini sesungguhnya tidak hanya menyimpan potensi energi yang besar, namun juga merupakan suatu kesatuan ekosistem yang utuh yang menyimpan keanekaragaman hayati yang tinggi. Penelitian-penelitian yang dilakukan di area manifestasi panas bumi biasanya masih terfokus pada pemanfaatan energinya sehingga informasi terkait ekosistem unik yang terbentuk di sini jarang diketahui. Melalui program ini, kami berusaha mengidentifikasi keanekaragaman hayati yang ada dengan harapan nantinya akan semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di daerahnya.

Beberapa area manifestasi panas bumi yang telah dieksplorasi meliputi Danau Linow, Hutan Wisata Lahendong dan mata air panas di Sungai Raino Raindang. Tiga lokasi ini dipilih karena dikelilingi oleh hutan yang menjadi sinyal adanya beragam jenis flora dan fauna. Hingga saat ini ada 29 jenis tumbuhan dan 27 jenis burung yang sudah teridentifikasi.

Hutan Wisata Pinus Lahendong, yang namanya diambil dari nama sebuah dusun, dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai Pinus Lahendong karena memang banyak pohon pinus tumbuh di sini. Hutan wisata ini memiliki banyak manifestasi panas bumi seperti kolam-kolam lumpur panas, gunung-gunung lumpur dan batuan teralterasi. Pada lokasi ini, aroma berlerang langsung tercium, selain itu  suara seperti letupan lumpur yang beriringan dengan kicau burung samar-samar terdengar. Berdasarkan hasil pengamatan, tumbuhan di sekitar manifestasi panas bumi membentuk zonasi yang unik. Keberagaman jenis tumbuhan meningkat dengan bertambahnya jarak dengan manifestasi panas bumi.

Tampaknya  tak banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup di dekat area manifestasi, tetapi uniknya ada beberapa jenis yang mampu hidup di endapan lumpur yang telah mengering. Jenis tumbuhan tersebut memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi ekstrim yang terbentuk di area manifestasi. Salah satu jenis tumbuhan tersebut adalah Senggani (Melastoma affine) yang sering dijumpai di gunug-gunung di Pulau Jawa.


Biodiversity - keanekaragaman hayati - floraDari kiri ke kanan: Akasia (Acacia auriculiformis), Senggani (Melastoma affine), Wedelia (Wedelia so.), Pacar air (Impatiens sp.)


Selain kelompok jenis tumbuh-tumbuhan, area manifestasi panas bumi juga dihuni oleh beragam jenis satwa. Satwa besar terdiri dari kelompok mamalia, aves dan herpetofauna. Mamalia adalah kelompok hewan menyusui, aves adalah kelompok burung-burungan dan herpetofauna adalah kelompok amfibi dan reptilia seperti kodok, katak serta jenis-jenis kadal.

Di area Danau Linow, Hutan Wisata Pinus Lahendong dan mata air panas di Sungai Raino Raindang didominasi oleh satwa dari kelompok aves. Perjumpaan terhadap jenis-jenis mamalia dan herpetofauna belum pernah terjadi ketika dilakukan pengamatan. Perjumpaan dengan jenis-jenis kodok justru terjadi di area pemukiman.

Jenis-jenis herpetofauna tidak mampu hidup di daerah dengan kadar garam tinggi dan bersifat asam. Herpetofauna tidak bisa beradaptasi dengan kondisi habitat di sekitar manifestasi panas bumi karena kandungan kadar garam yang tinggi dan beberapa bersifat asam.

Terdapat banyak jenis burung yang dapat dijumpai di sekitar manifestasi panas bumi. Burung-burung cenderung menggunakan habitat di atas ranting-ranting atau tajuk pohon yang tinggi dan tidak terpengaruh langsung dengan kondisi tanah dan air, selain itu pepohonan di sekitar juga mampu menyediakan suplai makanan yang cukup. Daya jelajahnya yang luas juga memungkinkan jenis-jenis burung untuk mencari makan di luar area manifestasi yang bisa memperbesar peluang hidupnya.


Biodiversity - keanekaragaman hayati - faunaDari kiri ke kanan: Burung madu sriganti (Nectarinia jugularis), Kuntul perak (Egretta intermedia), Pecuk ular asia (Anhinga melanogaster), Cabai panggul kuning(Dicaeum aureolimbatum)